Tempa Mental Penyuluh Muda, Kementan Gembleng CPNS Lewat Api Semangat Bela Negara di Ciawi
CIAWI – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian dengan menanamkan nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN) kepada calon penyuluh. Melalui Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP), kegiatan Api Semangat Bela Negara (ASBN) digelar sebagai bagian penting dari Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Gelombang II Tahun 2026, Rabu (01/04/2026).
Kegiatan yang berlangsung di BBPMKP Ciawi ini, diikuti oleh CPNS penyuluh pertanian dari berbagai daerah. Mereka dipersiapkan tidak hanya dari sisi kompetensi teknis, tetapi juga karakter, integritas, dan semangat pengabdian sebagai ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan.
ASBN menjadi tahapan krusial dalam Latsar CPNS karena berfokus pada internalisasi nilai-nilai dasar ASN, seperti integritas, profesionalisme, loyalitas, serta orientasi pelayanan publik. Melalui kegiatan ini, peserta ditempa untuk memiliki ketangguhan mental dan kesiapan menghadapi dinamika tugas di lapangan.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa penyuluh pertanian memegang peran strategis dalam mendorong keberhasilan program pertanian nasional.
“Penyuluh harus memiliki integritas, kompetensi, dan semangat pengabdian yang tinggi. Mereka adalah penggerak di lapangan yang memastikan program berjalan dan memberikan dampak nyata bagi petani,” tegasnya.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menilai bahwa ASBN menjadi momentum penting dalam membentuk karakter ASN yang tangguh dan berorientasi pelayanan.
“Melalui proses ini, peserta diharapkan mampu menginternalisasikan nilai integritas dan profesionalisme, sehingga siap menjalankan peran sebagai pendamping petani yang andal,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BBPMKP, Sukim Supandi, menekankan bahwa penguatan karakter menjadi fondasi utama dalam mencetak penyuluh muda berkualitas.
“Kami ingin memastikan para CPNS penyuluh tidak hanya memahami tugasnya, tetapi juga memiliki nilai dasar ASN yang kuat. Ini penting agar mereka siap terjun ke lapangan dan memberikan kontribusi nyata,” jelasnya.
Ia menambahkan, melalui pembekalan ASBN, para peserta diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan pertanian yang adaptif, responsif, dan berdaya saing di tengah tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks.
Dengan pelaksanaan kegiatan ini, Kementerian Pertanian optimistis dapat melahirkan generasi penyuluh muda yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berkarakter kuat, sehingga mampu mendukung terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
(Restu/Humas)